Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
TEHERAN - AS dan Israel memalsukan drone Shahed milik Iran dan menggunakannya untuk menyerang negara-negara Arab. Strategi licik ini untuk mengadu-domba negara-negara Arab.
Hal ini ditegaskan pihak Iran bahwasanya, cara licik Amerika Serikat (AS) dan Israel ini untuk menipu negara-negara Arab, saat perang Timur Tengah.
Berita Terkait
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
- 16 Maret 2026, Ini Daftar Peringatan Penting Hari Ini: dari Hari Rimbawan hingga Hari Panda Sedunia
- Anak Buah Trump Bocorkan Perkiraan Akhir Perang AS-Israel Vs - Iran Beberapa Pekan Lagi?
- ANTARA Berangkatkan 140 Pemudik Lewat Program “Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama BUMN”
- Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,997 Juta per Gram pada 15 Maret 2026
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan model Iran dan digunakan untuk serangan ke negara-negara Arab.
"Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu," kata Araghchi dikutip cnnindonesia dari Doha News.
Araghchi mengatakan strategi itu dilakukan AS dan Israel untuk mengadu domba Iran dengan negara-negara Arab.
"AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut 'Lucas'. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab."
"Kami sedang mempelajari informasi ini, tetapi saya percaya Israel mungkin menargetkan situs sipil untuk merusak hubungan kami dengan teman-teman Arab kami," ujar Araghchi menambahkan.
Hal yang sama diungkap Ebrahim Zolfaghari, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang menuduh adanya 'konspirasi jahat' oleh AS dan Israel untuk secara keliru menyalahkan Iran atas serangan-serangan di negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.
"Tujuan musuh adalah menimbulkan pesimisme dan melontarkan tuduhan terhadap Republik Islam Iran. Tujuan akhirnya adalah menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya, sehingga melemahkan tindakan pertahanan yang sah dan legal dari angkatan bersenjata Iran," kata Zolfaghari dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3).
Negara-negara Arab terus terkena imbas perang AS-Israel vs Iran. Terbaru, Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat, terkena serangan drone pada Senin (16/3) pagi. Tidak diketahui asal drone yang menyerang Bandara Dubai tersebut. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar