Anak Buah Trump Bocorkan Perkiraan Akhir Perang AS-Israel Vs - Iran Beberapa Pekan Lagi?
ISTANBUL,RIAUKU.COM – Pemerintah Amerika Serikat mulai memberikan gambaran mengenai kemungkinan berakhirnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memanas sejak akhir Februari lalu.
Menteri Energi AS, Chris Wright, pada Minggu (15/3) menyatakan bahwa perang tersebut diperkirakan akan berakhir dalam beberapa pekan ke depan. Pernyataan itu menjadi salah satu perkiraan waktu paling jelas dari pejabat pemerintah AS sejak operasi militer gabungan dimulai pada 28 Februari.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Dalam wawancara dengan ABC News, Wright mengatakan konflik kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
“Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya. Ia bahkan menambahkan bahwa perang tersebut bisa saja selesai lebih cepat dari perkiraan.
Menurut Wright, dampak konflik masih akan dirasakan masyarakat Amerika, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar. Namun ia memperkirakan kondisi pasar energi akan kembali stabil setelah situasi militer mereda.
“Warga Amerika mungkin masih merasakan kenaikan harga bensin selama beberapa minggu lagi,” kata Wright. “Tetapi setelah konflik berakhir, pasar energi berpotensi kembali membaik.”
Meski demikian, Wright mengakui bahwa situasi perang selalu penuh ketidakpastian. Ia menegaskan tidak ada jaminan pasti mengenai perkembangan di lapangan.
Sejak serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, eskalasi konflik terus meningkat. Serangan udara dan operasi militer dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, termasuk di antara korban tewas dalam rangkaian serangan tersebut, meskipun informasi tersebut masih memicu perdebatan di berbagai pihak.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.
Situasi di Timur Tengah pun masih berada dalam kondisi tegang, sementara komunitas internasional terus mendesak agar konflik segera dihentikan guna mencegah meluasnya perang di kawasan.(*04*)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar