Dua Speedboat Adu Kambing, Satu Awak Kapal Hilang dan Nahkoda Patah Tangan
SELATPANJANG – Malam mencekam menyelimuti perairan Kepulauan Meranti. Dua speedboat bertabrakan hebat di jalur pelayaran antara Pulau Burung dan Pulau Pelembang, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden brutal ini membuat satu awak kapal dilaporkan hilang dan diduga tenggelam.
Tabrakan melibatkan speedboat Mega Fajar 5 dan Levindo 10. Berdasarkan laporan Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, titik koordinat terakhir kejadian berada di sekitar perairan Pulau Rangsang. Benturan keras membuat M. Ridwan (62), ABK Speedboat Mega Fajar 5, terhempas ke laut. Hingga kini, korban belum ditemukan.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengungkapkan Mega Fajar 5 membawa muatan 260 boks ayam dan bertolak dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi, Bintan, Kepulauan Riau.
Di atas kapal tersebut terdapat lima kru: nahkoda Darmansyah (53), KKM Ilah Samri (43), serta tiga ABK, yakni M. Arsyad (56), M. Ridwan (62), dan Kamarizom (38). Sementara itu, Speedboat Levindo 10 mengangkut barang ekspedisi dari Tanjung Buton, Kabupaten Siak, menuju Tanjung Uban, Kepulauan Riau.
Tak hanya menelan korban hilang, tabrakan juga menyebabkan sejumlah kru Mega Fajar 5 mengalami luka serius. Nahkoda Darmansyah dilaporkan mengalami patah tangan, sementara kru lainnya mengalami cedera.
Para korban selamat dievakuasi menggunakan Speedboat Levindo 8 menuju Tanjung Balai Karimun dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD setempat untuk mendapatkan perawatan intensif. Dari pihak Levindo 10, dilaporkan tidak ada korban luka.
Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan operasi pencarian. Penyisiran dilakukan secara masif, disertai penyebaran informasi melalui Radio GMDSS Selatpanjang agar seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi turut membantu pencarian.
Untuk memperkuat armada, Kantor SAR Pekanbaru mengerahkan KN 218 Basarnas Pekanbaru dari Dumai. Langkah ini diambil karena RIB Gurindam milik Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti masih dalam perbaikan. “Kami fokus pada area terdekat dari titik koordinat terakhir di perairan Rangsang. Pencarian akan terus kami maksimalkan,” tegas Prima.
Hingga berita ini diturunkan, nasib Ridwan masih belum diketahui. Insiden ini menjadi peringatan keras akan tingginya risiko pelayaran malam hari di jalur laut padat aktivitas serta pentingnya disiplin keselamatan di laut. (*)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar