Tarik Ulur Orang Dekat Trump Soal Perang Iran, Serbia Siaga Hadapi Ancaman Tiga Negara
Internasional - Ketegangan geopolitik menjadi sorotan utama setelah muncul kabar perbedaan pandangan di lingkaran dekat Presiden Amerika Serikat serta meningkatnya potensi konflik baru di kawasan Balkan.
Berikut tiga berita global yang paling banyak menyita perhatian publik.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
1. Gedung Putih Bergejolak, Lingkaran Dekat Trump Tarik Ulur Soal Akhir Perang Iran
Situasi di dalam Gedung Putih dilaporkan tidak sepenuhnya solid terkait arah akhir konflik Iran.
Sejak serangan militer yang dilancarkan oleh bersama terhadap pada 28 Februari lalu, Presiden beberapa kali menyampaikan pernyataan yang berubah-ubah mengenai durasi perang.
Awalnya Trump menyebut konflik tersebut dapat berlangsung selama beberapa pekan. Namun tak lama kemudian, ia menyatakan perang berpotensi berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Perbedaan nada pernyataan tersebut memicu laporan bahwa terjadi perdebatan di antara para penasihat dan tokoh kunci di lingkaran dekat presiden mengenai strategi dan target akhir operasi militer tersebut.
Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Gedung Putih tengah menghadapi tarik ulur internal terkait langkah selanjutnya dalam konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.
2. Potensi Konflik Baru, Serbia Siaga Hadapi Ancaman Tiga Negara Tetangga
Ketegangan juga meningkat di kawasan Balkan setelah mengaku bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari aliansi tiga negara tetangganya.
Presiden menyatakan pihaknya tengah memantau secara serius peningkatan kerja sama militer antara , , dan .
Menurut Vu?i?, kerja sama militer tersebut berpotensi mengarah pada ancaman keamanan bagi Serbia. Ia menegaskan negaranya telah bersiap menghadapi segala kemungkinan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional Radio Television of Serbia (RTS) pada Kamis (12/3/2026).
Situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran akan memanasnya konflik lama di kawasan Balkan yang memiliki sejarah panjang ketegangan politik dan etnis.
3. Intelijen AS: Rezim Iran Tetap Solid Meski Digempur Serangan
Sementara itu, laporan intelijen dari menyebut pemerintahan di masih berada dalam kondisi stabil.
Penilaian tersebut muncul setelah Iran menghadapi serangan udara besar-besaran dari AS dan Israel selama hampir dua pekan sejak 28 Februari.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui isi laporan intelijen tersebut, struktur kekuasaan di Teheran masih tetap kuat dan belum menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.
Laporan itu menyebut pemerintah Iran masih memegang kendali penuh atas situasi dalam negeri, meskipun tekanan militer dan geopolitik dari luar terus.(*04*)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar