Pemprov Riau Banting Harga Beras dan Minyak Goreng Jelang Ramadan

Ilustrasi Pasar Murah (ist)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tancap gas menekan lonjakan harga bahan pokok. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah, operasi pasar murah digelar di berbagai daerah untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Taufiq OH, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menegaskan operasi pasar murah menjadi senjata utama pemerintah menjaga stabilitas harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.

“Operasi pasar murah ini kami gelar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, memperlancar distribusi, sekaligus menahan gejolak harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” tegas Tetty di Pekanbaru, Selasa (03/02/2026).

Pada pekan pertama Februari ini, pasar murah digelar di lima titik di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Di Pekanbaru, lokasi pasar murah meliputi; halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit yang telah dilaksanakan kemarin, hari ini di halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari, dan di Fasilitas Umum RW 16 Limbungan Barat esok (Rabu/4 Februari), serta di halaman Kantor Lurah Industri Tenayan Raya Kamis (6 Februari)

"Sedangkan di Kabupaten Kampar, kegiatan berlangsung di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim pada 5 Februari," tambah Tetty.

Harga bahan pokok yang ditawarkan dipastikan lebih murah dari harga pasar. Di antaranya, beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, beras Anak Daro Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram, serta beras Sokan dengan harga yang sama.

Untuk komoditas lainnya, gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, minyak Salvaco Rp21.000 per liter, minyak Palmco Rp16.000 per bungkus, Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam Krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, dan tepung tapioka Rp8.000 per bungkus. "Sementara cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam dijual mengikuti harga petani dan kondisi pasar yang bersifat dinamis," tukasnya.


Tetty mengimbau masyarakat datang lebih awal dan mengantre dengan tertib. Pasar murah dibuka pukul 08.00 WIB. "Kami harap masyarakat membawa kantong belanja sendiri dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menambahkan pihaknya menyiapkan pasokan besar setiap hari, mulai dari 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, hingga masing-masing 40 karung beras Anak Daro kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram.
 
“Beras Sokan juga kami sediakan dengan jumlah yang sama. Selain itu, di setiap lokasi tersedia 50 papan telur ayam, serta cabai merah dan bawang merah,” pungkas Ade. (kh)

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.