DPRD Riau Apresiasi Pertumbuhan Tabungan BRK Syariah Capai Rp8,68 Triliun
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Dana tabungan Bank Riau Kepri (BRK Syariah) tercatat tumbuh sebesar tujuh persen dari Rp8,11 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp8,68 triliun sepanjang 2025. Pencapaian ini menunjukan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan syariah.
Anggota DPRD Provinsi Riau, H. Abdullah, S.Pd mengapresiasi terhadap kinerja manajemen dan direksi BRK Syariah, dinilai konsisten menjalankan berbagai program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan prinsip syariah.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
"BRK Syariah adalah kebanggaan masyarakat Riau, untuk itu kita akan terus mendukung setiap program dan inisiatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Abdullah kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
"Berbagai program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bentuk nyata komitmen BRK Syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah," kata dia.
Abdullah, SPd menjelaskan, hal ini menunjukkan komitmen BRK Syariah dalam meningkatkan kinerja keuangan, memperluas layanan serta memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Riau.
BRK Syariah tutup buku pada tahun 2025 dengan kinerja positif. Dana tabungan BRK Syariah tercatat tumbuh sebesar tujuh persen dari Rp8,11 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp8,68 triliun sepanjang 2025.
Kepercayaan Publik Meningkat ke BRK Syariah
Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan syariah yang dikelola secara aman, modren dan berkelanjutan.
Selain itu, BRK Syariah telah memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor ekonomi masyarakat terutama melalui pembiayaan bagi pelaku mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Abdullah melanjutkan, pihaknya mendorong agar BRK Syariah untuk terus melakukan inovasi dalam layanan perbankan, memperluas jangkauan pembiayaan serta meningkatkan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.
"Kami berharap BRK Syariah terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat. Dengan manajemen yang prifesional, kami optimis BRK Syariah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah," terang dia.
Untuk menjaga tren pertumbuhan dana tabungan tetap positif di tahun 2026, tambah dia, BRK Syariah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya perluasan ekosistem digital syariah dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi.
Untuk itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah ke seluruh wilayah juga menjadi fokus utama. Hal ini dijelaskan Abdullah yaitu melalui upaya, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sistem keuangan berbasis syariah sekaligus memperluas akses masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan syariah.
Secara sederhana, konsep ini memiliki dua unsur utama yaitu literasi Keuangan Syariah seperti literasi berarti tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai produk dan prinsip keuangan syariah. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar