Kebakaran Kedua di Asrama Polisi Pekanbaru, Rumah Warga Ludes Tanpa Jejak Mobil Mewah
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Malam di Jalan Sisingamangaraja mendadak berubah panas.
Api tiba-tiba menjulang dari kawasan Asrama Polisi Pekanbaru. Warga berhamburan keluar rumah dengan wajah panik. Langit gelap diterangi cahaya merah menyala.
Api melahap bangunan hunian sederhana. Satu rumah semi permanen langsung dilalap kobaran. Empat rumah petak ikut terseret dalam amukan api. Suasana berubah riuh dalam hitungan menit.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Laporan kebakaran masuk sekitar pukul 20.14 WIB. Alarm darurat langsung memecah keheningan malam. Petugas pemadam bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Sirene meraung sepanjang perjalanan.
Armada pemadam tiba tiga menit kemudian. Petugas langsung membuka selang air besar.
Semburan air menghantam titik api utama. Upaya pemadaman berlangsung cepat dan intens.
Api sempat menjalar ke bagian atap bangunan lain. Percikan api beterbangan tertiup angin malam. Warga menonton dari jarak aman dengan cemas. Beberapa mencoba menyelamatkan barang seadanya.
Kasi Informasi Dinas Pemadam Kebakaran, Duul Gammar, memberi penjelasan singkat. “Petugas berusaha melokalisir api,” ucapnya di lokasi kejadian. Strategi utama fokus menahan rambatan api. Bangunan lain di sekitar area harus diselamatkan.
Petugas bekerja tanpa jeda di tengah asap tebal. Api akhirnya mulai terkendali setelah beberapa saat. Proses pendinginan area dilakukan secara bertahap. Situasi perlahan kembali tenang.
Bangunan utama memiliki ukuran cukup besar. Rumah semi permanen berukuran delapan kali dua belas meter. Rumah petak berderet berukuran dua puluh kali tiga belas meter. Seluruh isi bangunan nyaris tidak tersisa.
Barang rumah tangga hangus terbakar. Perabot kayu berubah menjadi arang hitam.
Dinding papan runtuh setelah dilahap panas api. Bau asap masih pekat di udara.
Rumah tersebut dihuni beberapa warga. Nama mereka tercatat sebagai Hasan Basri dan Rudi Gunawan. Selamet Sugianto juga tinggal di lokasi sama. Rika Febriani serta Sebi Kurniawan ikut menghuni area tersebut.
Beruntung seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian malam itu. Tidak ditemukan warga dengan luka serius. Evakuasi berlangsung cepat sebelum api membesar.
Warga berdiri di pinggir jalan dengan wajah pucat. Sebagian memandangi rumah yang kini menjadi puing. Beberapa anak terlihat menangis pelan. Trauma terasa di wajah banyak orang.
Petugas pemadam tetap berjaga di lokasi. Proses pendinginan dilakukan hingga menjelang tengah malam. Tim memastikan tidak ada bara tersisa. Armada akhirnya kembali ke pos sekitar pukul 23.10 WIB.
Penyebab kebakaran masih misterius. Petugas kepolisian mulai mengumpulkan bukti lapangan. Area kebakaran diperiksa secara teliti. Penyelidikan terus berjalan.
Duul Gammar memberi penegasan singkat. “Penyebab kebakaran masih diselidiki,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Semua kemungkinan tetap terbuka.
Peristiwa malam itu langsung mengingatkan publik pada kejadian sebelumnya. Kebakaran besar pernah terjadi di kawasan sama. Peristiwa itu berlangsung pada Selasa 25 Februari 2026. Dua rumah dinas hangus terbakar waktu itu.
Kejadian lama sempat menyedot perhatian luas. Bukan hanya api yang menjadi sorotan.
Reruntuhan bangunan menyimpan pemandangan mencolok. Deretan kendaraan mahal muncul dari puing kebakaran.
Beberapa mobil mewah terjebak di lokasi tersebut. Toyota Hilux terlihat rusak tertimpa bangunan. Fortuner dan Pajero Sport ikut terdampak kebakaran. Satu mobil listrik juga hangus terbakar. Tidak hanya mobil mahal. Dua motor gede ikut hancur dalam kobaran api.
Pemandangan itu memicu diskusi luas. Publik mempertanyakan asal kendaraan tersebut. Asrama polisi sejatinya merupakan hunian dinas sederhana. Desain rumah memiliki bentuk seragam. Lingkungan hunian terlihat sederhana dari luar. Kehadiran kendaraan mahal terasa kontras.
Sorotan publik muncul sejak kejadian pertama. Banyak warga mempertanyakan kepemilikan aset mahal. Lingkungan asrama menjadi bahan perbincangan luas. Diskusi menyebar hingga media sosial.
Api memang sudah padam. Namun cerita kebakaran belum benar-benar selesai.
Penyelidikan masih berjalan. Publik menunggu jawaban jelas.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, sempat memberi penjelasan. Ia menyebut dugaan awal berasal dari korsleting listrik. Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan berlangsung setelah kebakaran pertama.
Polisi juga memberi imbauan kepada masyarakat. Instalasi listrik rumah harus diperiksa rutin.
Kabel tua dapat memicu percikan api. Langkah pencegahan dianggap sangat penting. *01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar