Bupati Siak Minta Dapur MBG Utamakan Produk Petani dan UMKM Lokal
SIAK,RIAUKU.COM – Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Siak benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, terutama petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Program MBG di Kantor Bupati Siak, Rabu (11/3/2026). Dalam rapat tersebut, Afni meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siak mengutamakan pembelian bahan baku dari hasil pertanian serta produk UMKM setempat.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Menurut Afni, saat ini terdapat sekitar 1.568 UMKM di Kabupaten Siak, sebagian besar bergerak di sektor pertanian dan sebagian kecil di sektor perikanan. Namun ia menyayangkan, belum ada dapur SPPG yang memanfaatkan hasil produksi mereka.
"Tujuan utama Presiden menghadirkan program MBG salah satunya untuk membantu UMKM lokal. Kalau SPPG lebih banyak belanja ke Pekanbaru dan hanya sedikit di Siak, tentu ini sangat kita sesalkan,” tegas Afni.
Di Kabupaten Siak sendiri terdapat 56 dapur SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan. Afni meminta ke depan dapur-dapur tersebut menjalin kemitraan dengan UMKM lokal. Ia bahkan menegaskan pemerintah daerah siap membantu mencarikan pelaku usaha yang mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG.
“Ambil dulu produk UMKM. Cari UMKM lokal, bina mereka. Yayasan berkolaborasi dengan dinas kami, dan kami yang akan mencarikan UMKM-nya,” ujarnya.
Afni juga memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menyukseskan program MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden, bahkan jika harus melakukan penyesuaian anggaran.
“Saya akan fokus pada MBG. Kami sudah menyiapkan draft kesepakatan dan akan terus mengawal program ini serta melaporkannya ke pusat,” katanya.
Untuk menjaga kualitas makanan bagi anak-anak, Pemkab Siak juga akan mengoptimalkan peran puskesmas dan tenaga ahli gizi agar menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi.
Dalam kesempatan itu, Afni juga menyoroti menu MBG selama bulan Ramadan yang dinilai kurang variatif. Ia mengaku menerima laporan bahwa makanan yang dibagikan kepada anak-anak PAUD hanya berupa kacang-kacangan, pisang, dan kue.
“Saya dapat laporan menunya kacang polong, kacang goreng, ditambah pisang dan brownies. Seharusnya bahan itu bisa diolah menjadi makanan yang lebih baik untuk anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, menyarankan agar UMKM di Siak bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) setempat untuk mendapatkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan.
Menurutnya, dukungan modal sangat penting agar UMKM mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG yang cukup besar, misalnya produksi hingga ribuan porsi makanan atau kudapan setiap hari.
Ia juga mendorong pelaku usaha di Siak untuk menciptakan produk-produk menarik berbasis potensi lokal, seperti bakso ikan atau makanan khas daerah.
Syartiwidya menambahkan, program MBG memiliki dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Di Siak terdapat 56 SPPG yang masing-masing mempekerjakan sekitar 50 orang tenaga dapur.
“Perputaran dana MBG sangat besar. Satu SPPG bisa mengelola sekitar Rp1 miliar per bulan. Jika ada 56 SPPG, berarti sekitar Rp56 miliar per bulan beredar di Siak. Uang ini jangan sampai keluar dari Siak,” jelasnya.
Ia menegaskan, sekitar 93 persen dana MBG akan kembali ke masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari petani, UMKM, hingga tenaga kerja dapur.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, UMKM, dan petani, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Siak.("04*)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar