Mahasiswa Jember Bikin Laboratorium AI untuk Serangga Langka
JEMBER, RIAUKU.COM - Tiga mahasiswa asal Jember, Jawa Timur merancang inovasi bernama EntoSphere, sebuah konsep laboratorium pintar berbasis teknologi digital untuk mencegah kepunahan serangga langka juga menjaga kelestarian alam.
Ketiga mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember (Unej) tersebut adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Mereka mengatakan inovasinya hadir sebagai solusi edukatif karena kekhawatiran menurunnya populasi serangga. Selain itu, mereka juga ingin menciptakan pembelajaran biologi yang aplikatif dalam menjaga ekosistem.
"Kepedulian Kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem," kata Nadzar Thariqy Achsan di Jember, Kamis (12/3), mengutip Antara.
Dijelaskannya, EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif. Laboratorium ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things).
Laboratorium AI
Laboratorium tersebut memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.
"Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis," terangnya.
Nadzar menjelaskan integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.
Ketika diimplementasikan di sekolah, katanya, konsep EntoSphere akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops.
Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.
"Pendekatan itu memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung," tuturnya.
Ia berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka.
"Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi," katanya.
Lebih lanjut, ia turut memotivasi mahasiswa lain agar tidak ragu memulai dan tidak takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa pada prestasi.
Membantu Konservasi Spesies Langka
Keberadaan laboratorium AI sangat membantu upaya konservasi. Dengan teknologi ini, ilmuwan dapat lebih cepat mengetahui jika populasi serangga tertentu mulai menurun secara drastis. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah atau lembaga konservasi untuk mengambil langkah perlindungan habitat, pengendalian pestisida, atau program penangkaran.
Selain itu, AI juga dapat membantu menemukan spesies serangga baru yang sebelumnya belum teridentifikasi. Di banyak kawasan tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan, masih terdapat ribuan spesies serangga yang belum tercatat secara ilmiah.
Untuk Ekosistem dan Pertanian
Serangga memiliki peran yang sangat penting dalam keseimbangan ekosistem. Banyak tanaman pangan bergantung pada serangga sebagai penyerbuk, seperti lebah, kupu-kupu, dan beberapa jenis kumbang. Tanpa serangga penyerbuk, produksi pertanian dapat menurun secara drastis.
Karena itu, penggunaan teknologi AI untuk melindungi serangga langka sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan konservasi alam, tetapi juga berhubungan langsung dengan ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem global. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar