Harga Minyak Dunia Dekati USD 120, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga BBM, khususnya BBM subsidi semisal Pertalite (RON 90) aman jelang Lebaran 2026. Harga minyak dunia meski semakin melonjak mendekati USD 120 per barel.
Bahlil tidak memungkiri harga minyak dunia kini semakin melesat melampaui level USD 100 per barel. Itu terjadi akibat dampak perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Namun, ia menegaskan, kemelut tersebut tidak sampai mengganggu stok minyak Indonesia. "Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Kendati begitu, Bahlil menjamin pemerintah bakal melakukan sejumlah langkah komprehensif demi memitigasi kenaikan harga minyak mentah dunia. Sehingga ia mengajak masyarakat agar tidak turut khawatir terhadap lonjakan harga BBM.
"Kita lagi akan meng-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif. Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga. Karena sampai dengan hari raya ini Insya Allah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi," pinta Bahlil.
Kembali, Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan. stok dan pasokan minyak serta BBM di dalam negeri aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan hari raya Idul Fitri semuanya terjamin, enggak ada masalah," tegas Bahlil.
Harga Minyak Mentah Dunia Naik
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (9/3/2026), kontrak berjangka minyak Brent sebagai patokan global dan minyak West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat melonjak lebih dari 25% dalam perdagangan semalam hingga melewati USD110 per barel pada Minggu malam waktu AS.
Sejak konflik dimulai, harga Brent telah naik lebih dari 50%, sementara WTI melonjak lebih dari 60%.
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat justru tertekan. Kontrak berjangka indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun sekitar 1,5%, sementara kontrak indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 2%.
Lonjakan harga minyak terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu aksi balasan keras dari pemerintah Iran. Akibatnya, harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar setidaknya sejak 1985.
Untuk diketahui, harga minyak mentah dunia melonjak tajam dan mendekati level USD 120 per barel pada Minggu setelah sejumlah produsen besar di Timur Tengah memangkas produksi. Langkah tersebut diambil karena jalur pelayaran strategis Selat Hormuz masih ditutup akibat perang Iran.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Mengutip CNBC, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 26,5 persen atau naik USD 24 menjadi USD 114,9 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang menjadi acuan global naik 23 persen atau bertambah USD 21,56 menjadi USD 114,25 per barel.
Secara mingguan, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) bahkan melonjak sekitar 35 persen. Kenaikan ini tercatat sebagai lonjakan terbesar dalam sejarah perdagangan kontrak berjangka sejak 1983.
Sebelumnya, harga minyak terakhir kali menembus USD 100 per barel terjadi pada 2022 setelah Rusia menginvasi Ukraina. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar