Kabar Duka: PMI Asal Siak Meninggal Dunia di Kamboja, Diduga Korban Penipuan Kerja
PEKANBARU,RIAUKU.COM — Kabar duka menyelimuti keluarga Susi Yanti Br Sinaga (22), seorang pekerja migran asal Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.
Perempuan muda tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Kamboja.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 16 Maret 2026, Ini Daftar Peringatan Penting Hari Ini: dari Hari Rimbawan hingga Hari Panda Sedunia
- Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom Unair Peringatkan Defisit APBN 2026 Terancam Jebol
Susi mengembuskan napas terakhir pada Minggu (8/3/2026) setelah dirawat di ruang ICU RS Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan kabar tersebut.
Ia mengatakan korban sebelumnya dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Yang bersangkutan sempat menjalani perawatan intensif di ICU dan dinyatakan meninggal dunia tadi pagi,” ujar Fanny.
Tragedi ini bermula dari tawaran pekerjaan yang dijanjikan kepada Susi. Ia awalnya diberangkatkan dengan iming-iming bekerja di Malaysia. Namun kenyataannya, korban justru dibawa ke Kamboja.
Fanny menjelaskan, keberangkatan Susi tidak melalui prosedur resmi karena hanya menggunakan paspor tanpa dokumen kerja yang sah, sehingga tergolong sebagai pekerja migran nonprosedural.
Terkait pemulangan jenazah, pihak keluarga telah meminta bantuan kepada KP2MI/BP3MI untuk memfasilitasi proses kepulangan ke tanah air. Sementara biaya pemulangan jenazah akan ditanggung oleh keluarga.
BP3MI Riau juga akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak serta pemerintah daerah untuk membantu proses pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman korban.
Fanny pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang jelas, karena risikonya sangat besar,” tegasnya.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar