Tanah Amblas, Jalan Lintas Aceh Tengah - Bener Meriah Putus Total
BANDA ACEH- Fenonema tanah amblas ini terjadi sejak tahun 2000-an. Tanah amblas ini membentuk lubang raksasa (sinkhole) di sekitar perkebunan milik warga Aceh Tengah, Provinsi Aceh adalah peristiwa alam. Ini dapat dijelaskan secara ilmiah melalui pendekatan geologi dan hidrologi.
Diketahui, secara geologis wilayah Aceh Tengah berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki karakter batuan sedimen, terutama batu kapur dan batuan karbonat, yang bersifat mudah larut oleh air.
Berita Terkait
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 29 Hektar Lahan di Pekanbaru dan Sekitarnya Terbakar Akibat Cuaca Panas
- Polisi Ajak Warga Bangko Mukti Aktifkan Satkamling Jaga Keamanan Lingkungan
- 16 Maret 2026, Ini Daftar Peringatan Penting Hari Ini: dari Hari Rimbawan hingga Hari Panda Sedunia
Dalam jangka waktu panjang, air hujan yang meresap ke dalam tanah membawa unsur asam karbonat yang perlahan melarutkan batuan tersebut. Proses ini membentuk rongga-rongga bawah tanah yang tidak terlihat dari permukaan.
Faktor curah hujan tinggi sering terjadi di wilayah Aceh ini turut mempercepat proses ambruk. Hujan lebat berlangsung terus-menerus meningkatkan volume air yang masuk ke dalam tanah, juga mempercepat pelarutan batuan, sekaligus menambah beban pada lapisan tanah di atas rongga. Kondisi ini membuat kestabilan tanah semakin berkurang hingga akhirnya terjadi amblasan.
Aktivitas manusia di sekitar lokasi, seperti pembukaan lahan perkebunan, pembuatan saluran air, atau penggunaan alat berat, juga dapat menjadi faktor pemicu. Aktivitas ini berpotensi mengganggu keseimbangan lapisan tanah atas dan mempercepat terjadinya keruntuhan pada area yang secara alami sudah rentan.
Dengan demikian, kejadian sinkhole di Aceh Tengah merupakan hasil interaksi antara kondisi geologi karst, intensitas curah hujan, perubahan air tanah, serta aktivitas manusia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki tingkat kerentanan geologi tertentu, sehingga diperlukan kewaspadaan. (cg/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar