Kecelakaan Maut di Pelalawan: Sopir Bus PMH Kabur Tinggalkan 4 Penumpang Tewas

Polisi lalu lintas dibantu warga mengevakuasi penumpang bus PMH yang tewas akibat tabrakan di Jalan Lintas Timur, Pelalawan, Minggu, 1 April 2026. (ist)

PANGKALAN KERINCI, RIAUKU.COM - Sopir bus PMH kabur setelah menabrak truk Colt Diesel di Jalan Lintas Timur KM 122+900 Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Minggu 1 Maret 2026 sekitar pukul 09.10 WIB. Bus menyalip kendaraan di jalur turunan lalu menghantam truk dari arah berlawanan. Empat penumpang tewas, dua luka berat, polisi memburu pengemudi yang melarikan diri.

Suasana Jalan Lintas Timur di wilayah Pelalawan berubah mencekam pada Minggu pagi. Benturan keras antara bus penumpang dan truk logistik mengguncang ruas jalan utama Sumatra itu. Kendaraan ringsek, korban bergelimpangan, warga berlarian membantu evakuasi.

Bus Mercedes Benz PMH bernomor polisi BK 7552 LD melaju dari arah Pangkalan Kerinci menuju Ukui. Dari arah berlawanan datang truk Colt Diesel BM 9142 GU yang dikemudikan Aprianto, 47 tahun. Kedua kendaraan bertabrakan keras di kilometer 122–123 wilayah Desa Dusun Tua.

Informasi kecelakaan cepat menyebar di media sosial. Video berdurasi pendek menampilkan bus keluar badan jalan sementara truk terbalik di tepi aspal. Rekaman itu memperlihatkan warga memecahkan kaca kendaraan untuk mengevakuasi korban.

Kepolisian segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas Satlantas Polres Pelalawan melakukan pengamanan jalur dan mengevakuasi korban. Bangkai kendaraan memenuhi sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.

Sopir Bus Kabur dari Lokasi

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menjelaskan kecelakaan bermula ketika bus berusaha menyalip kendaraan di depannya. Manuver dilakukan di jalur turunan yang memiliki marka jalan utuh. Dari arah berlawanan muncul truk Colt Diesel sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Benturan terjadi pada sisi kanan kedua kendaraan. Bus berhenti di badan jalan sebelah kiri. Truk kehilangan kendali lalu terjun ke jurang di sisi kiri jalan dari arah Ukui menuju Pangkalan Kuras.

Sesaat setelah kecelakaan, sopir bus tidak ditemukan di lokasi. Polisi memastikan pengemudi tersebut meninggalkan tempat kejadian perkara. Aparat kini melakukan pencarian terhadap sopir yang melarikan diri.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan memburu pengemudi bus yang meninggalkan lokasi,” kata John Louis Letedara kepada wartawan Minggu 1 Maret 2026. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Korban Tewas dan Luka

Empat penumpang bus meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Korban mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras saat tabrakan. Tubuh korban dievakuasi menggunakan kendaraan ambulans.

Dua korban lain mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Selasih. Tim medis segera memberikan penanganan intensif. Beberapa penumpang lain selamat tanpa mengalami luka serius.

Sopir truk Aprianto mengalami luka pada kepala dan kening kanan. Ia mendapatkan perawatan medis setelah dievakuasi dari lokasi. Kondisinya dilaporkan stabil.

Data korban sempat simpang siur di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut korban meninggal mencapai enam orang. Polisi memastikan jumlah korban tewas empat orang.

Jalintim yang Rawan Kecelakaan

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan Tatit Rizkyan Hanafi mengatakan arus kendaraan di Jalintim cukup padat pada Minggu pagi. Jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan logistik dan transportasi antarkota. Bus dan truk besar melintas hampir tanpa jeda.

Menurut Tatit, upaya menyalip kendaraan berat sering memicu kecelakaan di ruas ini. Pengemudi kerap memacu kendaraan pada jalur panjang dan lurus. Risiko tabrakan meningkat ketika kendaraan masuk jalur berlawanan.

“Korbannya empat orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka,” kata Tatit Rizkyan Hanafi kepada TribunPekanbaru.com. Polisi masih mendata identitas korban secara lengkap.

Petugas Satlantas melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kecelakaan. Polisi juga memeriksa saksi yang melihat langsung kejadian.

Kerugian dan Penyelidikan

Kecelakaan ini menimbulkan kerugian material sekitar Rp50 juta. Bus mengalami kerusakan pada bodi depan dan samping kanan. Truk Colt Diesel mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Proses evakuasi kendaraan berlangsung beberapa jam. Petugas menarik truk dari jurang menggunakan alat berat. Kendaraan kemudian dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan.

Polisi menegaskan pencarian terhadap sopir bus menjadi prioritas utama penyelidikan. Keberadaan pengemudi diperlukan untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan. Aparat juga mengumpulkan keterangan saksi dan bukti teknis dari lokasi kejadian.

Kasus kecelakaan maut di Jalintim Pelalawan ini kembali mengingatkan risiko tinggi di jalur transportasi vital Sumatra. Polisi mengimbau pengendara menjaga kecepatan dan menghindari manuver berbahaya saat mendahului kendaraan. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.*01*

 

 

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.