Kesabaran Pakistan ke Afghanistan Habis, Bom Kabul dan Nyatakan Perang Terbuka

Foto :ilustrasi gambar

INTERSASIONAL,RIAUKU - Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Militer Islamabad melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Kabul dan sejumlah kota lainnya, Jumat (27/2/2026). 

Bahkan, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan bahwa negaranya kini memasuki fase "perang terbuka" dengan otoritas Taliban, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Gempuran udara terbaru tersebut merupakan eskalasi lanjutan setelah kedua belah pihak jual beli serangan di sepanjang perbatasan. Baca juga: Pakistan Nyatakan Perang Lawan Taliban Afghanistan, Bombardir Kabul Asif menegaskan bahwa Pakistan terpaksa mengambil tindakan militer karena agresi yang terus dilakukan oleh pihak Taliban, penguasa de facto Afghanistan. 

Dia juga menuduh Taliban telah menjadi "proksi" bagi India, rival utama Pakistan. "Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui jalur langsung maupun negara-negara sahabat. Kami melakukan diplomasi penuh, tetapi Taliban telah menjadi proksi bagi India," tegas Asif.

Dia juga menyinggung peran Pakistan yang telah menampung jutaan pengungsi Afghanistan selama puluhan tahun.

"Di masa lalu, peran Pakistan sangat positif. Kami telah menampung lima juta warga Afghanistan selama 50 tahun. Bahkan hari ini, jutaan warga Afghanistan mencari nafkah di tanah kami. Namun, cawan kesabaran kami telah meluap. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian," tambahnya. Koresponden Al Jazeera di Kabul melaporkan bahwa serangan udara pertama menghantam ibu kota Afghanistan pada Jumat pukul 01.50 dini hari waktu setempat, kemudian disusul oleh gelombang serangan kedua.

Pasukan anti-pesawat Afghanistan sempat melepaskan tembakan untuk menghalau serangan tersebut. Selain Kabul, jet tempur Pakistan dilaporkan menyerang basis militer di provinsi Kandahar dan Paktia. 
Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengeklaim bahwa operasi tersebut menewaskan 133 milisi Taliban Afghanistan

"Sembilan posisi Taliban telah direbut dan 27 lainnya dihancurkan, sedangkan serangan Pakistan masih terus berlanjut," ujar Tarar. Menanggapi serangan tersebut, juru bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Pakistan di wilayah Kandahar dan Helmand. Sumber militer Afghanistan mengeklaim, 10 tentara Pakistan tewas dan 13 pos penjagaan berhasil dikuasai dalam serangan balasan tersebut. 

Pihak Afghanistan menegaskan bahwa tindakan mereka merupakan respons atas serangan Pakistan di wilayah perbatasan yang terjadi sebelumnya pada Minggu (22/2/2026). Meskipun Pakistan mengeklaim serangan pada Minggu tersebut menewaskan 70 milisi, Afghanistan membantah dan menyebut bahwa korban yang jatuh adalah warga sipil.

Kondisi perbatasan

Ketegangan di perbatasan sepanjang 2.611 kilometer ini terus memburuk sejak pertempuran pada Oktober 2025 yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak.

Pakistan menuduh Kabul membiarkan kelompok bersenjata, seperti Taliban Pakistan, menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk melancarkan serangan ke wilayah Pakistan.

Kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa seluruh rakyat dan angkatan bersenjata Pakistan bersatu untuk menjaga kedaulatan negara.

"Tidak akan ada kelonggaran dalam membela tanah air tercinta, dan setiap agresi akan dibalas dengan respons yang setimpal," tulis pernyataan resmi tersebut.

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.