Detik-Detik Terakhir di Fly Over Arengka: Perempuan Berhelm Putih Tewas di Rumah Sakit

Petugas melakukan penyelidikan di lokasi seorang perempuan jatuh di Flyover Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru. (ist)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Seorang perempuan yang terjatuh dari atas Fly Over Pasar Pagi Arengka pada Jumat siang, 27 Februari 2026, akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka berat di kepala, dan nyawanya tak tertolong akibat cedera yang dideritanya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, ketika arus lalu lintas di kawasan Pasar Pagi Arengka tengah ramai. Tubuh korban mendadak terlihat tergeletak di bawah jalan layang. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi bergegas mendekat. Dari keterangan saksi, perempuan tersebut sudah dalam kondisi tak sadar saat pertama kali ditemukan.

Luka serius tampak di bagian kepalanya. Darah mengalir cukup banyak hingga mengundang kepanikan warga. Meski demikian, sebuah helm berwarna putih masih terpasang di kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia kemungkinan tengah berkendara sebelum insiden itu terjadi. Belum diketahui secara pasti apakah helm tersebut terlepas saat jatuh atau tetap terpasang sejak awal.

Beberapa pengendara yang melintas spontan menghentikan kendaraan. Sebagian mencoba memberikan pertolongan awal semampunya, memastikan korban masih bernapas sembari menunggu bantuan datang. Wajah-wajah cemas mengerumuni lokasi. Di tengah terik siang, suasana mendadak sunyi oleh ketegangan.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama tim medis tiba di lokasi. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisinya disebut sangat kritis akibat cedera kepala berat yang dialaminya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Bagus Wira Wicaksana, membenarkan insiden tersebut. “Korban sudah kami evakuasi ke rumah sakit. Saat ini masih dalam penanganan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi tak lama setelah kejadian.

Namun beberapa waktu kemudian, pihak kepolisian memastikan bahwa korban meninggal dunia di rumah sakit. Luka parah di bagian kepala diduga menjadi penyebab utama kematian. Hingga kini, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan oleh aparat.

Selain mengalami cedera kepala serius, korban juga dilaporkan mengalami luka di beberapa bagian tubuh lainnya akibat benturan keras saat terjatuh dari ketinggian. Kondisi itu membuat peluang penyelamatan semakin kecil meski tim medis telah berupaya maksimal.

Di lokasi kejadian, polisi memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk menyusun kronologi peristiwa. Aparat juga menelusuri kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan korban bisa terjatuh dari atas fly over.

Peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat kejadian tersebut. Kepadatan terjadi di kedua arah, meski petugas berupaya segera mengurai kemacetan.

Hingga Jumat sore, kepolisian menyatakan penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan. Apakah murni kecelakaan lalu lintas atau ada faktor lain, belum dapat disimpulkan. Yang tersisa kini hanyalah duka dan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di atas jalan layang itu.

Polisi mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi jalan layang. Kondisi fisik pengendara dan kendaraan yang prima menjadi hal mendasar untuk mencegah peristiwa serupa terulang.*son/01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.