Alternatif LPDP: Empat Beasiswa Pemerintah Buka Peluang Studi S2–S3 ke Luar Negeri

Foto: Beasiswa Pemerintah Buka Peluang Studi S2–S3 ke Luar Negeri.jpg

Jakarta RIAUKU – Selain program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang telah dikenal luas, pemerintah Indonesia juga menyediakan sejumlah alternatif beasiswa lain bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3) ke luar negeri. Program-program ini menawarkan pembiayaan pendidikan hingga biaya kuliah serta fasilitas pendukung lainnya.

Seluruh beasiswa tersebut terbuka bagi masyarakat umum, termasuk pegawai kementerian, TNI, Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa program telah dibuka tahun ini, sementara lainnya masih menunggu pengumuman resmi dari penyelenggara.

Beasiswa Unggulan:

Beasiswa Unggulan diperuntukkan bagi masyarakat berprestasi, termasuk penyandang disabilitas dan pegawai Kemendikdasmen. Program ini mendanai pendidikan jenjang S1 hingga S3 di dalam maupun luar negeri. Persyaratan meliputi rekomendasi institusi, tidak sedang menerima beasiswa lain, belum menempuh jenjang yang sama, serta diterima di perguruan tinggi terakreditasi atau kampus luar negeri yang diakui pemerintah. Pendaftar juga diutamakan memiliki prestasi akademik maupun nonakademik tingkat nasional atau internasional.

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB):

Program Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama RI dan LPDP. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora. Beasiswa fully funded tersedia untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.

BIB menyediakan beberapa skema, yakni Beasiswa Umum untuk keluarga besar Kemenag, Beasiswa Prestasi bagi pendaftar berprestasi seperti hafiz Al-Qur’an atau juara olimpiade, serta Beasiswa Targeted yang mencakup Program Beasiswa Santri Berprestasi dan pendidikan jarak jauh di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Batas usia maksimal pelamar adalah 40 tahun untuk S2 dan 45 tahun untuk S3, dengan syarat kemampuan bahasa asing yang dibuktikan sertifikat resmi.

Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah:

Program dari Badan Amil Zakat Nasional ini menyasar mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah, antara lain Mesir, Maroko, Turki, dan Yordania. Beasiswa memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.

Persyaratan meliputi status mahasiswa aktif, tidak sedang menerima beasiswa lain, memiliki hafalan Al-Qur’an, belum menikah selama masa beasiswa, serta menyertakan esai kontribusi setelah lulus.

Beasiswa Komdigi:

Program beasiswa dari kementerian komunikasi (Komdigi) terakhir dibuka pada 2024, termasuk kerja sama dengan program beasiswa internasional Chevening serta sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Pada 2025 program ini tidak dibuka, dan hingga kini belum ada kepastian apakah akan kembali tersedia pada 2026.(*04)


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.