Pesawat Cessna Terbang 14 Kali, Belasan Ton Garam Disemai Demi Selamatkan Riau!
PEKANBARU, RIAUKU.COM - TNI Angkatan Udara bersama BNPB mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Riau. Upaya ini untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan melalui udara. Sejak 13 Februari 2026, operasi telah mencatat 14 sorti penerbangan dengan 14.000 kilogram bahan semai.
Pelaksanaan OMC pada Rabu (25/2/26) menggunakan pesawat Cessna C208B/PK-AKR. Penerbangan dikendalikan oleh Capten Bintang. Penyemaian dilakukan pada area semai dengan radial 350 hingga 30 derajat dan jarak 60 sampai 90 nautical mile. Wilayah sasaran meliputi Kota Dumai dan Pulau Rupat, berdasarkan analisis BMKG. Petugas dari TNI AU, BNPB, BMKG, BPBD, dan Damkar Riau memantau kondisi cuaca dan pertumbuhan awan agar penyemaian tepat sasaran.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Bahan semai yang digunakan berupa Natrium Klorida sebanyak 1.000 kilogram pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 feet. Operasi ini memasuki hari ke-9 sejak status Siaga Karhutla ditetapkan. Sinergi berbagai instansi terlihat dari capaian 14 sorti yang berhasil dilakukan. Kolonel Pnb Andri Setyawan, Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, memimpin briefing dan menekankan pentingnya keselamatan terbang dan kerja. Ia menegaskan bahwa OMC mengikuti analisis meteorologi yang menunjukkan potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran.
Setiap penerbangan dilakukan dengan perhitungan matang agar semai mencapai awan potensial hujan. Tim memantau arah angin, kelembapan, dan kondisi awan untuk memaksimalkan efek dari Natrium Klorida. Strategi ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran hutan yang meningkat selama musim kemarau.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Abdul Haris, menegaskan komitmen TNI AU dalam mendukung OMC. Ia menyebut operasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan. Sinergi dengan BNPB, BPBD, Damkar, dan BMKG akan terus berlanjut selama status siaga karhutla masih berlaku.
Personel OMC dibekali instruksi ketat terkait keselamatan penerbangan dan prosedur operasional. Pengawasan dari udara dipadukan dengan koordinasi lapangan untuk memastikan hasil optimal. Penerapan strategi ini dianggap efektif dalam mengurangi potensi penyebaran api di wilayah rawan kebakaran.
Keberhasilan OMC menjadi bukti nyata koordinasi antar-instansi. TNI AU menunjukkan peran strategis dalam mitigasi bencana alam. Provinsi Riau memanfaatkan teknologi udara untuk mengantisipasi dampak karhutla sekaligus melindungi warga dan lingkungan.
Dengan 14 sorti penerbangan, OMC di Riau terus dijalankan sebagai bagian dari upaya preventif dan tanggap darurat. Operasi ini dipastikan akan berlanjut hingga kondisi cuaca dan potensi kebakaran kembali stabil. Sinergi, pengawasan ketat, dan penggunaan teknologi menjadi kunci keberhasilan operasi ini.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar