Romeny Datang, Sunderland Ketar-ketir
LONDON, RIAUKU.COM - Masuk sebagai pemain pengganti, Ole Romeny langsung mengubah ritme permainan. Serangan Oxford United mendadak lebih berani, tekanan meningkat, dan tribun kembali bersuara. Namun kebangkitan itu datang terlambat, Sunderland tetap lolos setelah menang tipis 1-0 pada putaran keempat FA Cup 2025–26 di Kassam Stadium, Minggu (15/02/2026) malam WIB.
Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Sunderland tampil percaya diri sejak awal, menekan pertahanan Oxford dengan umpan-umpan langsung ke area berbahaya. Pada menit ke-13 peluang emas hadir ketika Wilson Isidor berdiri bebas di depan gawang, tetapi sepakannya melenceng tipis. Pendukung tuan rumah sempat menahan napas sebelum akhirnya bertepuk tangan memberi semangat timnya.
Berita Terkait
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Oxford bukan tanpa perlawanan. Menit ke-18, kombinasi Lankshear dan Donley menghasilkan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut gawang. Namun refleks kiper Robin Roefs menyelamatkan tim tamu. Sorakan kekecewaan terdengar, tetapi atmosfer stadion mulai hidup.
Momen penentu terjadi jelang setengah jam laga berjalan. Sebuah tekel di kotak penalti membuat pemain Oxford memprotes keras, namun wasit tetap menunjuk titik putih. Tanpa bantuan VAR, keputusan tak berubah. Habib Diarra maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Matt Ingram pada menit ke-32. Sunderland unggul 1-0.
Gol tersebut membuat pertandingan berubah arah. Oxford mencoba merespons lewat lemparan jauh Will Vaulks dan sundulan Makosso, tetapi belum menemui sasaran. Hingga turun minum, tim tuan rumah masih tertinggal.
Memasuki babak kedua, Sunderland justru semakin nyaman menguasai permainan. Serangan demi serangan datang melalui Romaine Mundle, Chemsdine Talbi, hingga Trai Hume. Ingram dipaksa melakukan beberapa penyelamatan penting agar selisih tidak bertambah. Di sisi lain, Oxford tampak kehilangan kreativitas di lini depan.
Situasi berubah pada menit ke-65. Pelatih Matt Bloomfield memasukkan Ole Romeny menggantikan Jamie Donley. Pergantian ini langsung terasa. Dalam beberapa menit, Oxford mulai menahan bola lebih lama dan berani menekan lebih tinggi.
Romeny tidak sekadar berdiri di kotak penalti. Penyerang tim nasional Indonesia ini turun membantu build-up, mengejar bola, bahkan melakukan duel bertahan. Beberapa kali ia memancing pelanggaran dan membuka ruang bagi rekan setimnya. Statistiknya memang sederhana, akurasi umpan 80 persen, tetapi pengaruhnya terlihat jelas dari perubahan tempo permainan.
Penonton yang sempat sunyi kembali bersuara. Oxford mendorong Sunderland bertahan lebih dalam. Bola beberapa kali masuk ke area berbahaya, memaksa lini belakang tim tamu bermain lebih hati-hati.
Peluang terbaik datang menjelang akhir pertandingan. Jamie McDonnell mendapat ruang tembak di depan kotak penalti. Stadion berdiri bersamaan, berharap gol penyeimbang tercipta. Namun bola melambung di atas mistar.
Pada masa injury time, Oxford terus menekan melalui skema bola mati. Sundulan dan bola liar sempat membuat pertahanan Sunderland panik, tetapi tidak ada gol tercipta.
Peluit panjang berbunyi. Skor tetap 1-0. Sunderland melangkah ke babak kelima, sementara Oxford tersingkir. Meski kalah, masuknya Romeny memberi warna berbeda di akhir laga — sebuah kebangkitan singkat yang membuat pertandingan hidup kembali, walau datang terlalu terlambat. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar