Nama-nama Orang Indonesia Ada dalam Dokumen Rahasia Epstein, Siapa Mereka?

Jeffrey Epstein (dic/netflix)

JAKARTA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein yang berisi foto, video, riwayat percakapan melalui email, dan lainnya. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah tokoh besar asal Indonesia. Siapa mereka?

Sosok besar nama orang Indonesia masuk dalam daftar Epstein adalah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan di masa kepemimpinannya, Sri Mulyani, masuk dalam sejumlah email tentang perkembangan berita dunia.

BBC, Selasa (10/2/2026) melansir beberapa nama pengusaha besar asal Indonesia seperti Hary Tanoe dan Eka Tjipta turut disebut juga. Namun nama para konglomerat ini masuk erat kaitannya dengan bisnis dan properti Trump, di luar kasus Epstein.

Sementara laporan ABC Australia dijelaskan nama Hary Tanoe muncul dalam sebuah dokumen yang mencatat percakapan antara 'Confidential Human Source', atau Sumber Rahasia, dengan FBI mengenai statusnya sebagai miliarder dan keterlibatannya dalam pengembangan hotel-hotel Trump.

Dokumen tersebut menuduh bahwa Hary Tanoe membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga 'inflated', atau lebih tinggi dari harga pasaran.

"ABC Indonesia sudah menghubungi Hary Tanoesoedibjo untuk meminta tanggapan mengenai tuduhan ini, namun tidak menerima jawaban hingga artikel ini diterbitkan," tulis laporan ABC.

Selain Hary, laporan yang sama juga menyebut nama warga Indonesia lainnya Eka Widjaja, yang tercatat membeli rumah mewah Trump di Beverly Hills seharga US$ 9,5 juta secara tunai.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa sejauh ini belum ada temuan bahwa orang-orang Indonesia yang namanya ada di katalog itu memiliki hubungan langsung dengan Epstein.

Terlebih mengingat bagaimana nama-nama yang muncul ini sebagian besar hanya disinggung dalam memo terkait perkembangan ekonomi dunia seperti Jokowi dan Sri Mulyani.

Artinya keberadaan nama orang Indonesia di berkas itu tidak serta merta menunjukkan mereka terlibat dalam sindikat kejahatan seksual yang tengah menjadi perhatian publik. (dc/dmy)

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.