Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Imbau ASN Jangan Bawa Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran
PEKANBARU, RIAUKU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas saat mudik Lebaran. Ia menjelaskan kendaraan untuk menunjang pelaksanaan tugas kedinasan.
Dijelaskan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, bahwa kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang hanya diperuntukkan untuk menunjang pelaksanaan tugas kedinasan, bukan untuk kepentingan pribadi termasuk perjalanan mudik.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
“Mobil dinas dilarang dipakai untuk mudik. Kita saling percaya saja, simpan di rumah jangan dipakai,” ujar SF Hariyanto kepada wartawan, Jumat (13/3/2026) di Pekanbaru.
Menurut SF Hariyanto, Pemprov Riau tidak akan menarik ataupun mengandangkan kendaraan dinas milik ASN selama masa libur Lebaran. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan para ASN dalam mematuhi aturan tersebut.
“Tidak kami tarik atau dikandangkan (mobil dinas, red), tapi tolong jaga kepercayaan dan kesadaran masing-masing," kata dia.
SF Hariyanto juga mengingatkan bahwa penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan kedinasan dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama saat momentum mudik Lebaran.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN untuk menjaga integritas serta memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan mematuhi aturan penggunaan fasilitas negara.
Selain itu, ia berharap para ASN dapat memanfaatkan masa libur Lebaran untuk bersilaturahmi bersama keluarga dengan tetap menjaga ketertiban serta keselamatan selama perjalanan.
Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, terus mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memastikan penggunaan aset daerah tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk kendaraan dinas yang menjadi tanggung jawab masing-masing ASN
Jaga Kesehatan Saat Mudik
Sebelumnya, SF Hariyanto juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar mempersiapkan diri dengan baik, terutama menjaga kondisi kesehatan serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Menurutnya, perjalanan mudik umumnya menempuh jarak yang cukup jauh sehingga pemudik perlu menjaga stamina agar tetap prima selama di perjalanan.
“Pertama, jaga kesehatan apalagi perjalanan jauh. Kalau capek, istirahat dulu, jangan dipaksakan,” ujar SF Hariyanto.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang meninggalkan rumah dalam kondisi kosong selama mudik agar memastikan keamanan lingkungan. Salah satunya dengan menitipkan rumah kepada tetangga ataupun melapor kepada pihak keamanan setempat.
“Rumah kalau kosong dititipkan ke tetangga atau pihak berwajib supaya lebih aman,” katanya.
Selain itu, bagi masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan pribadi, SF Hariyanto menekankan pentingnya melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat. Hal ini untuk menghindari kendala teknis yang dapat membahayakan perjalanan.
“Cek kesehatan kendaraan jika perjalanan dengan kendaraan pribadi, supaya perjalanan aman dan nyaman sampai tujuan,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, lancar, dan selamat hingga kembali lagi ke daerah asal.
Pemerintah Provinsi Riau sendiri terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan instansi terkait, untuk memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan rasa aman bagi masyarakat selama periode libur Idulfitri. *rls/04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar